Sabtu, 02 Juni 2012

makalah ilmu kalam


BAB I
PENDAHULUAN
1.         Latar Belakang
Beberapa waktu yang lalu, isu aliran sesat merebak dengan marak di kalangan masyarakat Indonesia. Banyak sekali aliran yang dikategorikan sesat bemunculan di berbagai daerah. Bahkan nampaknya seperti tak habis-habisnya. Fenomena aliran sesat yang mengatasnamakan Islam semakin membuat penduduk yang mayoritasnya Islam menjadi gerah, apalagi aliran sesat yang bermmunculan semakin berkembang dan semakin subur di tanah air ini.
2. rumusan Masalah
1. Apa sebab munculnya aliran sesat?
2  Bagaimana perkembangan aliran sesat di Indonesia?
3. Apa saja jenis aliran – aliran sesat yang muncul?
4. Bagaimana respons umat islam?
5. Bagaimana peran pemerintah?
3. Tujuan
 penulis ingin mengetahui mengenai:
1. Sebab munculnya aliran sesat.
2. Perkembangan aliran sesat di Indonesia..
3. Jenis aliran sesat yang muncul.
4. Respons umat Islam.
5. Peran Pemerintah
BAB II
PEMBAHASAN
1. Sebab Munculnya Aliran Sesat
Banyak hal yang menyebabkan berbagai aliran ini muncul. Baik itu dari sang pemimpin sendiri ataupun keadaan masyarkat dan struktur pemerintahan serta keadaan sosial politik yang labil. Apalagi di era demokrasi seperti ini, dimana setiap orang bebas menyerukan hak dan keinginannya, karena memang dilindungi oleh Undang-Undang.Ada banyak faktor yang menjadi penyebab lahirnya berbagai aliran yang dikategorikan sesat. Antara lain;
1   .Kelainan jiwa akibat stres. Hal ini muncul bisa disebabkan pencarian sesuatu tanpa ilmu dan bimbingan dari guru, sehingga mereka tidak memiliki pegangan yang jelas dalam melihat sesuatu kebenaran apakah datangnya dari Allah atau dari jin atau setan.
2.  Pengaruh materi, hal ini sangat mungkin karena faktor ekonomi, demi mempertahankan hidup, seseorang yang ilmu agamanya tidak memadai sangat rentan mengikuti aliran sesat, apalagi diiming-iming dengan berbagai kekayaan.
3.   Intervensi asing. Hal ini sangat jelas terlihat dari bantuan-bantuan yang dikucurkan sehingga mereka bisa menyewa kantor, mendirikan ratusan pemancar radio, majalah, dan mencetak buku-buku. Pihak asing memiliki kekhawatiran munculnya khilafah Islamiyah.
4  .Puberitas keagamaan, yaitu semangat keberagamaan yang berlebihan. Biasanya orang tersebut dalam proses pencarian jati dirinya.[1]
5  .Muatan berpikir seseorang yang minim sehinggan mengklaim bahwa ajaran islam tidak benar
6   .Ketertarikan paham baru. Biasanya sering muncul di kalangan sarjana-sarjana Islam. Terutama paham liberalisme yang sudah ada di 17 kampus di Indonesia.
7  .Kejahilan terhadap agama. Biasanya orang-orang yang mengaku Islam, tapi tidak pernah mendapat pendidikan dan bimbingan agama dari keluarganya sehingga tidak mengetahui masalah agama.faktor pendoron munculnya aliran sesat di Indonesia adalan faktor sosiol politik yang memungkinkan adanya suatu mindsystem yang dilakuakan leh pihak luar untuk kepentingan politik maupun kepentingan lainnya seperti yang dilakukan oleh G30S/PKI pada masa awal kemrdekaan, hanya saja pada saat sekarang ini hal trsebut belum Nampak kepermukaan sehingga masih sangat dini untuk dibuktikan.
2.      Perkembangan Aliran sesat di Indonesia
Perkembangan aliran sesat ini adalah hal yang sangat berbahaya. Rusaknya akidah umat tidak hanya berdampak pada kehidupan dunia, tapi juga akhirat. Penyelewengan ajaran Islam seperti virus yang menggerogoti tubuh umat Islam. Jika tidak diamputasi, maka virus itu akan berkembang dan menjadikan tubuh umat kian lemah tak berdaya. Dalam pandangan Islam penyesatan ini harus dihentikan, tak ada pilihan lain. Tidak bisa dengan alasan toleransi atas nama kebebasan berkeyakinan, aliran sesat dibiarkan bahkan dilindungi. Oleh karena itu, pemerintah atau aparat penegak hukum harus menuntaskan keberadaan kelompok aliran sesat ini. Sebab, keberadaan mereka jelas telah meresahkan umat Islam karena mereka membawa nama-nama Islam dengan tujuan untuk menyesatkan akidah umat Islam. Mungkin saja tidak masalah jika mereka tak membawa nama Islam. Tapi perkembangan aliran sesat di Indonesia menunjukkan, hampir semua aliran sesat ini berkonotasi Islam. Dapat dipastikan tujuan kelompok aliran sesat ini apalagi kalau bukan merusak Islam.
Sebagaimana Ketua Dewan Fatwa MUI, KH. Ma’ruf Amin mengatakan, “di luar kesepakatan wilayah perbedaan dan melenceng di luar manhaj yang shahih.”
3.   Aliran-aliran Sesat yang muncul
Munculnya banyak aliran sesat ini seharusnya menggugah para ulama, ustadz dan kiai untuk membentengi akidah umat. Bagaimanapun harus diakui kenapa ada umat Islam yang tersesat secara akidah. Ini yang harus menjadi bahan introspeksi.. Jika disinyalir terdapat ratusan aliran-aliran menyimpang, menurut media masa terdapat 200 aliran sesat, seperti telah dinyatakan sesat oleh MUI:
1. Mirza Ghulam Ahmad yang mengklaim dirinya rasul yaitu Al-Masih yang membawa kejayaan Islam. Kesesatan-kesesatan Mirza Ghulam Ahmad terlihat jelas dalam bukunya The History of Islami. MUI dan OKI telah mengumumkan bahwa Mirza bukanlah seorang nabi. Sebagaimana rasulullah bersabda: La nabiya mim ba’di; Tidak ada nabi sesudahku.
2. Lia Eden dinyatakan sesat karena menyatakan bahwa daging babi tidak haram dimakan, sehingga semua agama dapat duduk satu meja dalam menyantap makanan, lalu ia mengklaim bahwa suaminya malaikat dan mengatakan bahwa keluarga bung Tomo sudah putih seperti kapas hanya lantaran memberikan sejumlah uang kepada Lia untuk membangun gedung bagi komunitasnya. Lia Eden sendiri sudah dinyatakan bersalah menodai agama dan sudah divonis beberapa tahun.
3. Ahmad Mushaddeq mengajarkan syahadat asyhadu anlailaha illallah walmasihu rasulullah. Ahmad Mushaddeq sendiri sudah bersyahadat secara Islam namun banyak pihak masih meragukan kesungguhannya. Selain dari aliran sesat yang kami paparkan diaras sebenarnya masih banyak lagi yang lainnya
4. Respon Umat Islam                                                                             Merebaknya aliran-aliran menyimpang ini menimbulkan pro dan kontra dalam masyarakat. Ada yang setuju-setuju saja, namun ada pula yang menentang ajaran ini. Sementara itu Muhammad Al Khaththath, Ketua DPP HTI dan sekjen Forum Umat Islam (FUI), mengatakan bahwa umat Islam akan terus berupaya agar SBY membubarkan Ahmadiyah. Untuk itu ia pun menyerukan kepada DPR, untuk meminta secara tegas Presiden SBY melaksanakan pasal 1 UU PNPS No 1 1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan atau Penodaan Agama
5. Peran Pemerintah
Pemerintah menerapkan beberapa cara untuk menanggulanginya diantaranya adalah :
  1. Mengenal agama lebih mendalam serta memberikan pemahaman yang lebih kepada masyarakat agar tidak terjadi lagi pemahaman yang keliru terhadap agama islam itu sendiri dan demi meminimalisir munculnya aliran sesat berikutnya.
  2. Mempererat hubungan dengan orang yang diyakini kebenaran akidahnya, misalnya seorang ustadz.
  3. Berteman dengan orang-orang yang selalu mengingatkan akan adanya Allah.















BAB III
PENUTUP
1.     Kesimpulan
Banyaknya aliran menyimpang yang muncul pada masa kontemporer, sebenarnya sudah pernah terjadi pada masa klasik. Aliran-aliran sesat tersebut muncul karena kurangnya pengetahuan terhadap ilmu agama, kebingungan menghadapi perubahan, didasari kepentingan politik dan agama, dan puberitas keagamaan. Jadi kemudian bahwa keyakinanlah yang kemudian akan mempengaruhi munculnya alran-aliran sesat yang ada di Indonesia ini disamping permasalahan ekonomi sosial politik dan kepribadian seseorang yang pada hal ini adalah muatan berpikir seseorang yang mempengaruhi cara berpikir dan bertindak seeorang. Kemudian, aliran esat yang ada sesungguhnya tidak terlepas dari kepentingan yang ada dalam kehidupan ini baik ekonoi sosial, politik maupun individu
1.     Saran
Berdasarkan lingkup masalah dan pelaksana program kegitan agar dapat dicegah maka perlu adanya beberapa saran yang harus di lakukan,yaitu sebagai berikut:
1.      Masysrakat harus bertindak keras dalam menghadapi masalah tersebut dan tidak memberikan kesempatan untuk bersosial
2.      Pemerintah dan instansi terkait serta tokoh-tokoh masyarakat harus ikut serta dalam menanggulangi masalah tersebut,disamping itu juga pemerintah harus menindak keras bagi pengannut ajaran tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad jaiz, hartono, 2002. Aliran dan paham sesat di Indonesia. Jakarta; pustaka alkautsarAchmad okbah, farid, 1993. Solidaritas islam. Jakarta : darul haq
Http ://pmiibandung.wordpress.com/2007/11/12/pmii-lakukan-kajian- aliran-menyimpang/
Http ://amgy.wordpress.com/2008/02/08/fenomena-aliran-keagamaan-dalam islam/
Http ://www.binamuslim.com/2007/11/04/aliran-sesat-di-indonesia




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar